INFOGRESIK – Sejumlah desa di Kabupaten Gresik terendam banjir. Mengetahui hal itu, Wakil Bupati (Wabup) Gresik dr. Asluchul Alif seketika bergerak cepat dengan mendatangi lokasi bencana di Kecamatan Balongpanggang dan Benjeng.
Dokter Alif langsung mendatangi warga Desa Sekarputih, Kecamatan Balongpanggang, didampingi Kapolres Gresik AKBP Rovan Mahenu, Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Gresik dr. Ummi Khoiroh, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD F.X. Driatmiko Herlambang, serta Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Balongpanggang dan Benjeng.
Di sana, dr. Alif berbincang dengan warga yang terdampak banjir dan mengecek kondisi dapur umum milik warga. Tak lupa, mantan Wakil Ketua DPRD Gresik ini juga menyerahkan bantuan berupa paket sembako dan makanan siap saji ke warga.
Rombongan meninjau dan memastikan kondisi warga di Desa Wotansari yang terdampak banjir luapan Kali Lamong, dalam keadaan aman dan sehat. Dokter Alif juga kembali menyerahkan bantuan.
“Kecamatan Balongpanggang memiliki delapan desa terdampak banjir, tetapi dua desa sudah surut, sehingga kini tersisa enam desa yang masih tergenang. Sementara itu, di Kecamatan Benjeng terdapat empat desa yang terdampak, dan di Kecamatan Driyorejo juga ada empat desa yang terendam akibat meningkatnya debit air dari Kali Surabaya,” ungkap dr. Alif.
Suami dari dr. Shinta Puspitasari ini menegaskan, sejak awal kejadian, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik, bersama TNI, Polri, dan relawan, telah turun langsung untuk meninjau lokasi dan melakukan penanganan darurat.
Dia menambahkan, Pemkab Gresik melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial telah mendirikan dapur umum di Desa Kedungrukem, Kecamatan Benjeng, untuk mendistribusikan makanan ke wilayah terdampak.
“Di Kecamatan Balongpanggang juga ada dapur umum mandiri untuk mengantisipasi kekurangan pasokan makanan. Jika ada kebutuhan tambahan, Pemkab siap memberikan bantuan,” ujarnya.
Selain menyalurkan bantuan, Wabup juga menginstruksikan Dinas Pertanian untuk segera mendata lahan pertanian yang mengalami gagal panen akibat banjir. Pendataan ini dilakukan agar Pemkab Gresik dapat memberikan bantuan kepada para petani yang mengalami kerugian.
“Dinas Pertanian harus segera mendata jumlah lahan pertanian yang gagal panen, sehingga dapat diberikan bantuan yang sesuai. Namun, perlu dipastikan juga bahwa tidak semua sawah yang terkena banjir mengalami gagal panen,” kata dr. Alif.
Usai meninjau lokasi banjir, Wabup Gresik dan Kapolres Gresik mengunjungi Satri (60), salah satu warga Dusun Karangmelati, Desa Jombangdelik, yang sedang menjalani perawatan di RS Walisongo, Kecamatan Balongpanggang, lantaran sempat terbawa arus banjir.
“Saya pastikan Bu Satri pengobatannya gratis karena sudah ditanggung BPJS UHC Pemkab Gresik,” tegasnya.
Wabup juga mengimbau warga agar tetap waspada dan melarang anak-anak bermain di area banjir demi menghindari risiko kecelakaan.
“Saya mengimbau kepada warga, terutama anak-anak, agar tidak bermain di air banjir guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Kita harus bersama-sama menjaga keselamatan,” pesannya.
