INFOGRESIK – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) melaksanakan Ujian Akhir Semester (UAS) mata kuliah Pendidikan Pancasila dengan metode yang tidak biasa.
Alih-alih menggunakan lembar soal konvensional, mahasiswa diminta membedah berbagai isu sosial melalui metode mind mapping atau pemetaan pikiran.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Kampus UMG tersebut mengangkat sejumlah isu krusial yang relevan dengan kondisi masyarakat saat ini, di antaranya penyalahgunaan narkoba, perundungan (bullying), dan korupsi.
Mahasiswa diminta memetakan permasalahan tersebut sekaligus merumuskan solusi berdasarkan landasan nilai-nilai yang terkandung dalam sila-sila Pancasila.
Dosen pengampu mata kuliah Pendidikan Pancasila, Fajar Agus Hari Firmansyah, menjelaskan bahwa penerapan metode mind mapping bertujuan melatih mahasiswa semester awal agar mampu berpikir kritis, sistematis, dan kreatif.
Baca juga: Kuliah Sambil Kerja Tak Halangi Vina Mar’atus Sholihah Jadi Wisudawan Terbaik UMG
“Mahasiswa perlu dibekali pemahaman nilai-nilai Pancasila sejak dini agar mampu menjadi generasi yang beretika, peduli terhadap lingkungan sosial, serta memiliki sikap anti terhadap berbagai bentuk penyimpangan moral,” ujar Fajar, Jumat (19/12/2025).
Pelaksanaan UAS dilakukan di luar ruangan guna menciptakan suasana ujian yang lebih santai dan kondusif. Mahasiswa tampak antusias berdiskusi dalam kelompok serta menuangkan gagasan mereka ke dalam media kertas dan papan tulis portabel.
Salah satu mahasiswa semester 1, Muhammad Rafli Khusni Hawari, mengapresiasi metode ujian tersebut. Menurutnya, mind mapping memudahkan mahasiswa memahami keterkaitan antara teori Pancasila dan realitas persoalan sosial di masyarakat.
“Dengan mind mapping, saya lebih mudah memahami hubungan antara masalah sosial dan nilai-nilai Pancasila. Ujiannya juga terasa lebih menarik dan tidak membosankan,” ungkap Rafli.
Melalui metode evaluasi ini, Universitas Muhammadiyah Gresik berharap mahasiswa tidak hanya memahami Pancasila sebagai teori akademik, tetapi juga mampu menginternalisasi serta mengamalkannya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
