INFOGRESIK – Aksi brutal gerombolan remaja meresahkan warga di kawasan Gresik Utara pada Minggu (4/1/2026) dini hari. Puluhan remaja bersenjata tajam dilaporkan melakukan penyerangan secara acak di dua lokasi berbeda, yakni Desa Lowayu, Kecamatan Dukun, dan Desa Ketanen, Kecamatan Panceng.
Aksi pertama terjadi di kawasan Desa Lowayu, Kecamatan Dukun. Seorang pria asal Kabupaten Lamongan yang sedang makan di warung menjadi korban pengeroyokan mendadak. Korban mengalami luka sabetan senjata tajam di bagian perut.
Kanit Reskrim Polsek Dukun, Aiptu Mohammad Maksum, membenarkan insiden tersebut saat dikonfirmasi.
“Kejadiannya sekitar setengah dua dini hari. Korban luka langsung dilarikan ke Puskesmas Dukun,” kata Maksum kepada Infogresik.
Baca juga: Asik Ngopi, Pemuda di Driyorejo Malah Dikeroyok dan Dibacok Gerombolan Gangster
Setelah beraksi di Lowayu, gerombolan tersebut bergerak ke arah utara menuju Desa Ketanen, Kecamatan Panceng. Berdasarkan rekaman CCTV pada pukul 01.43 WIB, massa terlihat merangsek masuk ke sebuah rumah sambil melempar batu.
Seorang remaja bernama Ahmad Zaki Syarifuddin yang berada di lokasi ditarik paksa keluar dan dikeroyok oleh puluhan orang. Akibatnya, korban menderita luka di sekujur tubuh, termasuk luka serius di bagian kepala. Tak hanya itu, tiga handphone yang ada di lokasi juga digondol para pelaku.
Kapolsek Panceng AKP Khairul Alam menyatakan pihak kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa kondisi korban.
“Info awal untuk korban lagi ngecat rumah bersama temen-temennya lalu diserang sekelompok muda-mudi yang pakek sepeda dari arah selatan,” ucap AKP Khairul Alam.

Aksi anarkis yang terekam kamera dan viral di media sosial ini langsung mendapat perhatian serius dari jajaran kepolisian. Hingga saat ini, polisi masih melakukan pengejaran terhadap para pelaku yang melarikan diri setelah kejadian.
Sementara itu, Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu memastikan akan melakukan atensi khusus terkait kejadian kekerasan ini agar situasi di wilayah Gresik kembali kondusif. “Kami atensi kasus ini,” tegasnya.
