INFOGRESIK – Anggota DPRD Kabupaten Gresik, Ricke Mayumi, menunjukkan aksi nyata dalam mendukung pelaku usaha lokal dengan memborong berbagai produk UMKM di acara Gerai Iftar Ramadan yang diselenggarakan oleh Baznas Kabupaten Gresik di Alun-Alun Gresik, Rabu (4/3/2026).
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk apresiasi dan dukungan langsung terhadap para pelaku usaha mikro yang tengah menjajakan menu takjil dan produk olahan pangan selama bulan suci Ramadan. Kehadiran politisi perempuan dari Komisi II tersebut disambut antusias para pedagang yang memadati area ikonik kota.
Borong Kuliner Khas Lumpur dan Kebungson
Dalam kunjungannya, Ricke tampak membeli berbagai panganan lokal yang menjadi primadona. Di antaranya kerupuk telur ikan bader khas Kelurahan Lumpur serta serabi hangat yang dijajakan warga.
Baca juga: Gerakkan Ekonomi Kreatif, Trate Takjil Market Jadi Magnet Baru UMKM Gresik
Tak hanya itu, politisi muda dari Partai Gerindra ini juga memborong produk inovatif berupa dawet daun kelor hasil produksi UMKM Kelurahan Kebungson yang dikenal menyegarkan dan kaya manfaat kesehatan.
“Produk-produk kita sangat variatif dan punya cita rasa otentik. Seperti kerupuk telur bader dari Lumpur atau dawet daun kelor dari Kebungson ini, kualitasnya tidak kalah dengan produk pabrikan. Ini yang harus kita banggakan dan beli,” ujar Ricke.
Sebagai wakil rakyat yang juga memiliki latar belakang pengusaha, Ricke menekankan sektor UMKM merupakan mesin utama penggerak ekonomi daerah. Menurutnya, setiap rupiah yang dibelanjakan di lapak UMKM berdampak langsung pada perputaran ekonomi di tingkat akar rumput.
“Mendukung UMKM bukan sekadar aksi sosial, tetapi langkah strategis untuk membangkitkan perekonomian Gresik. Saat kita membeli produk lokal, kita membantu sebuah keluarga mandiri secara ekonomi dan menciptakan lapangan kerja di sekitarnya,” tegasnya.
Baca juga: Geliat UMKM Kelurahan Lumpur Gresik, Ubah Telur Ikan Jadi Sumber Cuan
Ia menambahkan, di tengah tantangan ekonomi global, ketahanan ekonomi domestik sangat bergantung pada kemandirian pelaku usaha kecil. Karena itu, sinergi antara pemerintah, lembaga seperti Baznas, dan masyarakat dinilai penting untuk menjaga ekosistem UMKM tetap sehat.
Ricke pun berkomitmen mengawal kebijakan di DPRD yang pro-UMKM, termasuk kemudahan akses sertifikasi halal serta pelatihan digitalisasi pemasaran agar produk lokal seperti dawet daun kelor dan olahan ikan bader mampu menembus pasar yang lebih luas.
“Tugas kami di legislatif adalah memastikan mereka mendapatkan perlindungan dan panggung yang layak, seperti Bazar Iftar ini, agar produk semakin dikenal luas dan naik kelas,” pungkasnya.
