INFOGRESIK – Tim SAR gabungan melakukan pencarian intensif terhadap seorang nelayan yang dilaporkan hilang usai mengalami kecelakaan air di Dermaga Kelurahan Lumpur, Kecamatan Gresik. Insiden tersebut terjadi pada Senin (5/1/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.
Korban diketahui bernama Mat Rakim (58), warga Kelurahan Lumpur. Peristiwa bermula saat korban dalam perjalanan kembali menuju dermaga setelah mengantar penumpang ke kapal. Namun di tengah perjalanan, korban diduga terjatuh ke air akibat masalah kesehatan, sementara perahu “DOA IBU” melaju tanpa kendali.
“Dugaan sementara, riwayat asam lambung korban kambuh sehingga menyebabkan laka air,” kata Kepala BPBD Kabupaten Gresik, Sukardi, Selasa (6/1/2026).
Saat kejadian, Mat Rakim dilaporkan mengenakan kaos lorek berwarna abu-abu berkerah. Korban memiliki ciri fisik rambut hitam pendek dan kulit sawo matang. Hingga saat ini, korban masih dalam kondisi hilang dan dalam proses pencarian.
Baca juga: Antar Penumpang ke Kapal, Nelayan Asal Lumpur Gresik Hilang Misterius di Laut
Memasuki hari kedua pencarian, Selasa (6/1/2026), tim gabungan yang terdiri dari BPBD Gresik, BASARNAS, Polair, Polsek Kota, serta nelayan setempat kembali melakukan penyisiran. Petugas membagi kekuatan menjadi tiga Search and Rescue Unit (SRU) untuk menyisir wilayah Tempat Kejadian Kandas (TKK).
“Kami membagi tiga SRU untuk menyisir wilayah TKK yang terdiri dari BASARNAS, BPBD, dan Polair,” jelas Sukardi.
Hingga berita ini diturunkan, kondisi cuaca di lokasi dilaporkan cerah berawan dan cukup mendukung proses pencarian di sekitar Dermaga Mbah Kaji serta perairan Kelurahan Lumpur. Pihak keluarga bersama kelompok nelayan lokal juga turut membantu upaya pencarian di sepanjang lokasi kejadian.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, kabar hilangnya Mat Rakim memicu aksi solidaritas dari rekan sesama nelayan. Salah seorang nelayan setempat, Mail, mengatakan bahwa keseharian korban memang bekerja sebagai penyedia jasa antar-jemput anak buah kapal (ABK).

“Tadi dapat kabar Yaik hilang, nelayan dari Balai Celek dan Gede langsung mencari bareng-bareng. Tapi belum ketemu,” ucapnya.
Hingga Senin petang, upaya pencarian secara mandiri oleh warga belum membuahkan hasil. Mengingat kondisi cuaca dan hari yang mulai gelap, pencarian kemudian dihentikan sementara dan dilanjutkan keesokan harinya.
Mail mengatakan para nelayan kembali melakukan pencarian pada Selasa pagi (6/1/2026). Ia pun berharap rekan sejawatnya tersebut dapat segera ditemukan.
“Mugo-mugo sesuk iso ketemu,” ungkapnya.
