INFOGRESIK — Rampungnya pembangunan Jembatan Manyar No. 10B di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, dengan nilai kontrak sekitar Rp29 miliar mendapat apresiasi dari legislatif. Anggota DPRD Gresik Komisi II, Muhammad Ainul Yaqin, menyambut baik dibukanya jembatan sepanjang 80 meter yang siap dilintasi masyarakat mulai Kamis (3/9/2026) setelah sukses melewati uji beban.
Sebagai legislator sekaligus warga asli Manyar, pria yang akrab disapa Kaji Ain itu menilai kehadiran infrastruktur tersebut merupakan wujud nyata jawaban atas aspirasi warga terkait persoalan mobilitas di wilayah Gresik utara.
Ia menggarisbawahi, proyek yang memiliki masa kontrak tujuh bulan tersebut sangat krusial untuk mengurai kemacetan parah yang selama ini dikeluhkan pengguna jalan.
Baca juga: Hore Rampung, Jembatan Manyar Gresik Akhirnya Bisa Dilewati
“Pembangunan infrastruktur ini menjadi langkah vital dalam mengoptimalkan konektivitas wilayah. Sebagai warga asli Manyar, saya melihat langsung bagaimana kemacetan kerap menghambat aktivitas warga. Dengan rampungnya jembatan ini, mobilitas masyarakat dan distribusi logistik kini jauh lebih lancar,” kata Kaji Ain.
Politisi Partai NasDem tersebut juga mendorong agar pembangunan infrastruktur pendukung tidak berhenti sampai di sini. Ia menyambut baik langkah lanjutan dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali yang telah menyiapkan program pelebaran jalan sepanjang kurang lebih 1,7 kilometer.
“Semoga program-program baik ini bisa terlaksana dengan lancar,” ungkapnya.
Melalui sinergi pengawasan dan dukungan anggaran, Kaji Ain berharap pelebaran ruas jalan dari dua lajur menjadi empat lajur hingga kawasan depan Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) dapat segera direalisasikan.
Integrasi antara jembatan baru dan pelebaran jalan tersebut diyakini mampu menciptakan kelancaran arus transportasi secara menyeluruh, sekaligus mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat di kawasan Gresik utara.
