INFOGRESIK — Proyek pembangunan Jembatan Manyar No. 10B di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, dengan nilai kontrak sekitar Rp29 miliar kini telah rampung dan siap dilintasi masyarakat. Sebelum dibuka untuk umum, jembatan sepanjang 80 meter tersebut telah sukses menjalani uji beban.
Kepala PPK 4.3 Jawa Timur BBPJN Jawa Timur-Bali, Yudi Dwi Prasetya, menjelaskan pembangunan infrastruktur yang memiliki masa kontrak selama tujuh bulan ini ditujukan untuk mengoptimalkan konektivitas wilayah. Setelah seluruh tahapan pengujian rampung, jembatan dinyatakan siap digunakan sepenuhnya.
“Mulai hari ini siap dilintasi, setelah beberapa hari yang lalu lolos uji beban,” kata Yudi, Kamis (3/9/2026).
Baca juga: Perbaikan Jembatan Tanggok Manyar Picu Kemacetan Parah Hingga 10 Km di Gresik
Dengan rampungnya jembatan berbiaya Rp29 miliar tersebut, mobilitas masyarakat di wilayah Gresik utara diharapkan semakin lancar dan mampu mengurai kemacetan yang kerap dikeluhkan warga.
“Kami berharap mobilitas lancar dan bisa mengurai kemacetan yang kerap terjadi di Gresik utara,” ujarnya.
Sebagai lanjutan dari penuntasan jembatan tersebut, BBPJN Jawa Timur-Bali juga telah menyiapkan program pelebaran jalan sepanjang sekitar 1,7 kilometer. Ruas jalan yang semula terdiri dari dua lajur akan diperlebar menjadi empat lajur hingga kawasan depan Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE).
Baca juga: Dikebut Lewat Lembur, Pembangunan Jembatan Manyar Lama Gresik Capai 75 Persen
“Setelah jembatan terbangun, kita masih ada kegiatan pelebaran jalan dari dua lajur menjadi empat lajur,” jelasnya.
Rampungnya jembatan ini mendapat sambutan positif dari warga setempat. Salah satu warga, Moh Nasyir, mengungkapkan rasa senangnya karena kemacetan yang biasa terjadi pada pagi dan sore hari kini diharapkan bisa teratasi.
“Tentu ini jembatan baru ini akan membantu mobilitas warga dan bisa lancar sehingga mengurai kemacetan,” tuturnya.
