INFOGRESIK – Tim KKN Kelompok 16 Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) menggelar sosialisasi dan pelatihan pembuatan sabun dari eco-enzyme berbahan limbah kulit buah di Balai Desa Talunblandong, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, Selasa (17/2/2026).
Kegiatan ini menyasar ibu-ibu PKK dan kader Posyandu sebagai upaya meningkatkan pemahaman mengenai pengelolaan limbah organik rumah tangga. Limbah kulit buah seperti jeruk, pisang, dan apel yang biasanya dibuang, kini diolah menjadi produk bernilai ekonomi melalui proses fermentasi.
Hadir sebagai pemateri sekaligus dosen UMG, Dr. Ir. Tatik Raysa Wati menjelaskan secara komprehensif mengenai konsep eco-enzyme sebagai solusi sederhana untuk mengurangi sampah rumah tangga sekaligus mendukung gaya hidup berkelanjutan.
“Ecoenzim tidak hanya membantu mengurangi limbah organik, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar pembuatan sabun cair yang aman dan ramah lingkungan. Jika dikelola dengan baik, ini juga bisa menjadi peluang usaha bagi ibu-ibu,” ujar Dr. Ir. Tatik Raysa Wati.
Baca juga: Dari Dapur ke Aksi Hijau, KKN-T UNESA Kenalkan Ecoenzim kepada Warga Bangeran
Praktik Langsung dan Pemberdayaan Masyarakat
Antusiasme peserta terlihat saat memasuki sesi praktik. Didampingi mahasiswa KKN Kelompok 16, para peserta melakukan pencampuran bahan hingga menghasilkan sabun cair yang siap pakai.
Ketua Tim KKN Kelompok 16, Dika, menegaskan bahwa program ini merupakan wujud nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat.
“Kami berharap setelah kegiatan ini, ibu-ibu dapat mempraktikkan pembuatan ecoenzim di rumah dan bahkan mengembangkannya menjadi produk unggulan desa,” tuturnya, Rabu (18/2/2026).
Acara ditutup dengan diskusi interaktif dan foto bersama. Melalui inisiatif ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah organik semakin meningkat serta mampu memberikan dampak positif bagi kelestarian lingkungan dan perekonomian keluarga di Desa Talunblandong.
