INFOGRESIK – Sejumlah wilayah di Kabupaten Gresik dilanda rentetan bencana hidrometeorologi berupa banjir luapan, angin kencang, hingga pohon tumbang dalam tiga hari terakhir.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gresik melaporkan kondisi terkini pada Selasa (23/12/2025) petang, di mana banjir di beberapa titik mulai menunjukkan tren penurunan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Gresik, Sukardi, mengungkapkan bahwa banjir luapan Kali Lamong yang terjadi sejak Minggu (21/12) dipicu oleh kiriman air dari wilayah hulu. Hal ini menyebabkan debit air meningkat tajam dan merendam permukiman serta ratusan hektare lahan pertanian di dua kecamatan utama, yakni Benjeng dan Cerme.
Di Kecamatan Benjeng, sebanyak enam desa terdampak cukup parah, di antaranya Desa Kedung Rukem dengan 70 rumah tergenang dan Desa Munggugianti dengan 40 rumah terdampak.
Baca juga: Diterjang Puting Beliung, Dua Rumah di Pandanan Gresik Hancur, Satu Remaja Terluka
Selain rumah warga, banjir juga merendam fasilitas umum seperti masjid, sekolah (SDN/MI), hingga area persawahan dengan total luas lebih dari 192 hektare.
“Saat ini kondisi banjir di Kecamatan Balongpanggang sudah surut total, sementara di Kecamatan Benjeng air mulai turun secara perlahan meskipun hujan ringan masih mengguyur,” ujar Sukardi dalam keterangan resminya, Selasa (23/12).
Sementara itu, di Kecamatan Cerme dilaporkan terjadi tanggul jebol sepanjang 3 meter dengan kedalaman 2 meter di Desa Dadapkuning dan Desa Ngembung. Kondisi tersebut mengakibatkan akses jalan lingkungan tergenang air setinggi 5–10 sentimeter.
Rentetan bencana berlanjut pada Selasa (23/12) sore pukul 16.20 WIB, ketika sebuah pohon besar tumbang di Jalan Sunan Giri, Kecamatan Kebomas. Pohon tersebut sempat menutup akses jalan dan menimpa kabel PLN sebelum akhirnya berhasil dievakuasi oleh tim gabungan BPBD, DLH, dan PLN.
Baca juga: Banjir Luapan Kali Lamong Mulai Surut, Angin Kencang Rusak Rumah di Duduksampeyan
BPBD Gresik bersama unsur terkait, seperti BPBD Provinsi, BBWS, dan relawan, terus bersiaga di lokasi terdampak. Berbagai upaya telah dilakukan, mulai dari pendistribusian logistik dapur umum, pembagian nasi bungkus untuk warga terdampak di Dusun Ngablak, hingga penyediaan perahu lipat guna mobilisasi warga.
“Kami terus melakukan monitoring TMA (Tinggi Muka Air) Kali Lamong dan melakukan assessment berkala. Kami imbau warga tetap waspada mengingat cuaca masih terpantau hujan ringan,” ungkap mantan Camat Kedamean tersebut.
