INFOGRESIK – Kematian Asisten Rumah Tangga (ART) Ira Lutfiati, 24 tahun, yang nekat terjun dari lantai 30 Icon Apartemen pada Minggu (25/5/2025) sekitar pukul 9.00 WIB mengagetkan banyak pihak. Tak terkecuali bagi keluarga.
Keluarga menduga, bahwa aksi nekat yang dilakukan Ira lantaran tekanan dari sang majikan yang meminta agar perempuan asal Desa Sawangan, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, itu membayar uang jutaan rupiah sebagai ganti rugi pot guci yang tak sengaja ia pecahkan bersama temannya.
“Singkat cerita, bawa barang kardus berisi Tv dan gak sengaja nyenggol pot guci. Katanya kisaran harga Rp70 jutaan,” ujar kakak ipar korban melalui akun Instagram @verdye_prasestyo kepada Infogresik, Senin (26/5/2025).
Verdye mengatakan, sehari sebelum kejadian korban masih aktif komunikasi dengan dirinya. Ia juga mengirimkan curhatan adik iparnya kepada Infogresik.
“Mas, Ngampunten banget aku pinjem duit 1/2 (juta,red) ada engga. Pliss aja ngomong wong omah. Aku karo batirku (temanku, red) kerja nang kene ra sengaja nyenggol guci,” tulis korban Ira dalam bahasa ngapak.
Dalam curhatannya, Ira menyebut pemilik guci dari Thailand yang tak lain majikannya meminta agar ia segerra melunasi uang ganti rugi pada hari Minggu atau saat kejadian. Ia juga meminta agar Verdye merahasiakan kejadian ini dari orang tuanya lantaran takut semakin membuat pusing keluarga.
“Aja (jangan, red) cerita wong umah mas. Wis tek lunasi teko tabunganku. Kurang Rp3 juta,” terang Ira.
“Aku gajian, aku metu. Soale aku ditokna neng bose mau tapi kudu lunas disit. (Aku gajian, aku keluar. Karena aku dikeluarkan sama bos tadi tapi harus lunas dulu, red),” tambahnya.
Tak hanya itu, Ira juga bercerita bahwa temannya juga oleh sang majikan diminta ganti rugi. “Guci kang Thailand. Harga asline dispil 67 juta. Astagfirullah langsung lemes. Batirku juga wis bayar separoh kae malah esih kurang 8 jutaan,” ungkapnya.
Baca juga: Perempuan Terjun dari Atas Icon Apartemen Gresik, Polisi Temukan Catatan Korban
Senada, Ngatmi, calon mertua (camer) korban yang turut menjemput jenazah korban di RSUD Ibnu Sina Gresik, Senin (26/5) mengaku kaget dan tidak menyangka calon menantunya mengakhiri hidup dengan cara bunuh diri. Apalagi tahun depan korban berencana akan menikah dengan putranya.
“Iya, sudah mau nikah setelah Idulfitri tahun depan sama anak saya,” tutur Ngatmi.
Dari cerita sang anak, Ngatmi mengatakan bahwa korban sempat bilang pernah memecahkan guci mahal milik majikannya. Dan sang majikan meminta ganti rugi.
“Gak ada pesan-pesan lain. Cuma kata anak saya, korban pernah mecahin guci milik majikannya pada Jumat (23/5) malam kemarin,” ucapnya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pemilik dan penghuni Icon Apartemen, Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, geger usai ada perempuan yang terjatuh dari atas apartemen.
Peristiwa tragis tersebut terjadi pada Minggu (25/5/2025) sekitar pukul 9.00 WIB. Korban langsung tewas di lokasi kejadian.
Kapolsek Kebomas, Kompol Gatot Setyo Budi, menyampaikan salah satu pemilik Icon Apartemen 8, Fajar Rudy Susanto pada sekitar pukul 09.00 WIB mendengar suara keras dari arah luar dan mengira ada seseorang yang membuka pintu.
“Ada suara seperti bantingan (dug klek). Namun ketika dicek tidak ada orang. Kemudian saksi melihat di jendela ada seseorang perempuan yang tergeletak di halaman Lantai 6 di antara Tower A dan Tower B Icon Apartmen,” ujar Gatot kepada Infogresik.
Aksi nekat perempuan yang sehari-hari bekerja sebagai ART itu diduga sebagai tindakan bunuh diri. Hal ini diperkuat dengan ditemukannya catatan buku harian berwarna pink milik korban bertuliskan rasa capek menjalani hidup.
Petugas kepolisian juga menemukan kertas di bawah jendela apartemen lantai 30 bergambar rencana bunuh diri korban. Tak hanya itu, keterangan dari saksi, CA sebagai majikan, menyebut korban pernah cerita kalau sedang ada masalah dengan keluarganya.
“Bisa disimpulkan korban meninggal bunuh diri dengan loncat dari jendela apartemen lantai 30,” tutup Gatot.
