INFOGRESIK – Anggota DPRD Kabupaten Gresik dari Fraksi Gerindra, Ricke Mayumi, secara resmi membuka Turnamen Catur Gerindra Gresik Cup I Tahun 2026. Kegiatan ini digelar oleh PAC Gerindra Kecamatan Gresik bekerja sama dengan Percasi di Posko Gerindra Bandar Grisee, Minggu (18/1/2026).
Kehadiran Ricke Mayumi menjadi magnet utama dalam ajang tersebut. Turnamen ini diikuti ratusan peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur, menandai tingginya antusiasme masyarakat terhadap olahraga catur.
Dalam sambutannya, Ricke menegaskan bahwa turnamen ini merupakan wujud nyata komitmen Partai Gerindra dalam memfasilitasi minat dan bakat masyarakat. Menurutnya, catur bukan sekadar hobi, melainkan sarana penting untuk melatih mentalitas dan kemampuan berpikir strategis.
Baca juga: Raya Berkarya Tumbuhkan Bibit Atlet di Gresik dengan Turnamen Futsal Pelajar
“Catur adalah olahraga adu strategi, kesabaran, dan ketajaman berpikir. Kami ingin memberikan wadah bagi para pecinta catur untuk mengasah kemampuan mereka. Ini adalah bagian dari upaya kami membangun mental juara dan sportivitas, khususnya bagi generasi muda di Gresik,” kata Ricke.
Ricke juga secara simbolis membuka turnamen dengan prosesi pemotongan pita. Ia berharap Gerindra Gresik Cup I tidak berhenti sebagai agenda perdana, melainkan dapat berlanjut dan berkembang menjadi kegiatan rutin tahunan.
“Kami di DPRD Gresik berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan positif seperti ini. Saya berharap dari sini lahir bibit-bibit pecatur unggul yang nantinya mampu mengharumkan nama Kabupaten Gresik, baik di tingkat nasional maupun internasional,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Turnamen, Alfan Syaifudin, mengaku bersyukur atas tingginya partisipasi peserta. Meski baru pertama kali digelar, turnamen ini berhasil menarik 260 peserta.
“Kami tidak menyangka pesertanya akan sebanyak ini. Total ada 260 peserta yang terbagi dalam empat kategori lomba. Para peserta datang dari 21 kabupaten/kota di Jawa Timur,” jelas Alfan.
Turnamen Catur Gerindra Gresik Cup I diharapkan menjadi pemantik semangat bagi perkembangan olahraga catur di Jawa Timur, khususnya di Kabupaten Gresik, sekaligus menjadi ajang lahirnya atlet-atlet catur berprestasi di masa depan.
