INFOGRESIK — Sebanyak 387 siswa UPT SDN 225 Gresik resmi dipindahkan untuk menempati gedung serbaguna milik Pemerintah Desa (Pemdes) Kepatihan, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, sebagai ruang kelas sementara.
Langkah relokasi ini diambil guna memastikan kegiatan belajar mengajar ratusan murid tersebut tidak terhenti di tengah berjalannya proyek revitalisasi gedung sekolah utama. Pemdes Kepatihan menyekat gedung seluas 600 meter persegi tersebut menjadi 10 ruang kelas agar dapat menampung seluruh siswa.
Kepala Desa Kepatihan, Dodik Soeprayogi, mengatakan revitalisasi gedung UPT SDN 225 Gresik mendapat bantuan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui program Revitalisasi Satuan Pendidikan dengan nilai sekitar Rp1,6 miliar.
“Pembangunan dimulai Agustus 2026. Agar proses belajar siswa tidak terganggu, Pemdes Kepatihan memberikan fasilitas gedung serbaguna untuk tempat belajar sementara sampai gedung sekolah selesai diperbaiki,” ujar Dodik, Kamis (20/8/2026).
Guna menunjang kenyamanan para siswa yang pindah belajar, delapan ruang kelas disekat di lantai bawah lengkap dengan meja, bangku, papan tulis, dan kipas angin, sementara dua ruang kelas sisanya ditempatkan di lantai atas.
“Lantai bawah kami sekat menjadi delapan ruang kelas dengan fasilitas meja, bangku, papan tulis dan kipas angin. Sementara lantai dua kami sekat menjadi dua ruang kelas,” jelasnya.
Dodik menegaskan bahwa seluruh fasilitas gedung serbaguna tersebut dipinjamkan secara gratis tanpa dipungut biaya demi mendukung keberlangsungan pendidikan para siswa.
“Penggunaan gedung serbaguna ini merupakan bentuk kepedulian Pemdes Kepatihan terhadap dunia pendidikan. Kami melihat gedung sekolah sedang dibangun sehingga siswa membutuhkan tempat belajar. Karena itu, fasilitas ini kami berikan tanpa dipungut biaya,” katanya.
Kepindahan ratusan murid ke gedung milik desa ini disambut baik oleh pihak sekolah. Kepala UPT SDN 225 Gresik, Umi Latifah, menyampaikan apresiasinya atas solusi relokasi tersebut.
Baca juga: Alokasikan Anggaran Rp12 Miliar, Dispendik Gresik Siap Perbaiki Ruang Kelas di SD dan SMP
“Pindah ruang kelas ini sangat membantu kami agar proses belajar mengajar tetap berjalan, mengingat gedung sekolah masih dalam proses revitalisasi,” ujarnya.
Menurut Umi, 387 siswanya diperkirakan akan belajar di gedung serbaguna ini selama empat hingga lima bulan ke depan hingga proses perbaikan sekolah rampung.
Sementara itu, salah seorang guru SDN 225 Gresik, Vera Megawati, mengonfirmasi bahwa para siswa sudah mulai menempati dan beradaptasi di gedung serbaguna tersebut sejak Selasa (18/8/2026).
“Alhamdulillah, proses belajar mengajar tidak terganggu. Siswa juga merasa nyaman meskipun untuk sementara harus belajar di ruang kelas yang baru,” katanya.
