INFOGRESIK – Suasana di Mapolda Jawa Timur pada Senin (12/1/2026) pagi terasa khidmat. Di bawah tatapan tajam namun teduh Kapolda Jatim Irjen Pol. Drs. Nanang Avianto, sebuah tongkat komando berpindah tangan. Peristiwa itu bukan sekadar seremonial birokrasi, melainkan babak baru bagi keamanan dan kenyamanan warga Kabupaten Gresik.
AKBP Ramadhan Nasution kini resmi mengemban amanah sebagai Kapolres Gresik, menggantikan AKBP Rovan Richard Mahenu. Sebuah pergantian yang membawa harapan besar di tengah warisan prestasi yang ditinggalkan pendahulunya.
Berbicara tentang AKBP Rovan Richard Mahenu adalah berbicara tentang kecepatan dan kedekatan. Selama hampir satu tahun menjabat sejak Januari 2025, perwira yang akrab dengan jargon kepemimpinan progresif ini telah mengubah wajah Polres Gresik menjadi lebih “memasyarakat”.
Masyarakat Gresik tentu belum lupa bagaimana kasus-kasus besar yang mengusik rasa aman mereka tuntas di tangan tim Rovan. Mulai dari pengejaran pelaku pembunuhan Ahmad Midhol hingga pengungkapan kasus memilukan yang menimpa pengemudi ojek online, Sevi Ayu Claudia.
Di bawah komandonya, tak ada ruang bagi gangster maupun jaringan narkotika untuk bernapas lega. Namun, di balik ketegasannya, Rovan adalah sosok yang mendobrak sekat birokrasi. Lewat program Lapor Cak Roma, ia membuka pintu gerbang komunikasi selebar-lebarnya via WhatsApp. Sebanyak 601 laporan warga tidak berakhir di tumpukan kertas, melainkan ditindaklanjuti secara nyata.
Baca juga: Energi Baru di Jajaran Polres Gresik: Menjaga Dinamika, Menguatkan Pelayanan
Bahkan, untuk pertama kalinya dalam sejarah, warga Bawean tak perlu lagi menyeberangi lautan hanya untuk mengurus SIM. Layanan ambulans gratisnya pun telah menjadi penolong bagi ratusan rujukan medis warga. Rovan pergi dengan meninggalkan standar pelayanan yang sangat tinggi.
“Jadi masyarakat Gresik saya minta doanya, karena Gresik dan masyarakat Gresik sudah menjadi bagian perjalanan karier saya. Dan saya merasa diberkati di sini. Walaupun saya orang timur dan orang baru, tapi saya merasa diterima,” ungkap Rovan.
“Orang bisa datang dan pergi. Tapi persaudaraan tetap di hati,” tambahnya.
Kini, estafet kepemimpinan itu jatuh ke tangan AKBP Ramadhan Nasution. Bagi sebagian personel di Gresik, sosok Ramadhan bukanlah orang asing. Lulusan Akpol 2007 ini pernah menjabat sebagai Kapolsek Menganti, sebuah pengalaman yang membuatnya sudah memiliki ikatan terhadap karakteristik masyarakat Gresik yang agamis namun dinamis.
Perwira kelahiran Bandung, 10 Mei 1986 ini datang dengan portofolio yang mentereng. Sebelum kembali ke Gresik, ia menjabat sebagai Kasubbid Paminal Bidpropam Polda Metro Jaya, jabatan yang menuntut disiplin baja dan kode etik tanpa kompromi.
Ramadhan bukan hanya praktisi lapangan. Dengan gelar magister dari Universitas Airlangga dan Universitas Jayabaya, serta predikat lulusan Sespimmen Polri Dikreg ke-63, ia membawa perspektif akademik yang kuat ke dalam strategi kepolisiannya.
Baca juga: Polres Gresik Gelar Sertijab, Inilah Deretan Pejabat yang Berganti Posisi
Pengalamannya yang matang di bidang lalu lintas (Satlantas) juga menjadi modal penting untuk mengurai kemacetan dan problematika jalanan di kota industri ini.
Tantangan bagi AKBP Ramadhan Nasution tentu tidak ringan. Mempertahankan predikat Pelayanan Prima dan menjaga kepercayaan publik yang telah dipupuk AKBP Rovan adalah tugas utama. Namun, dengan anugerah Satyalancana Pengabdian 16 Tahun yang baru diterimanya, dedikasi Ramadhan tak perlu diragukan.
Warga Gresik kini menanti, bagaimana sentuhan tangan dingin sang mantan Kapolsek Menganti ini dalam merajut sinergi dengan para ulama, tokoh masyarakat, dan generasi digital di Kota Pudak.
