INFOGRESIK – Langkah Gresik United untuk naik kasta ke Liga 2 dipastikan tertutup musim ini. Laskar Joko Samudro harus puas bertahan di Liga Nusantara setelah berjuang keluar dari jeratan zona degradasi pada laga pamungkas grup.
Kepastian bertahan di kasta yang sama diperoleh setelah Gresik United menang tipis 1-0 atas Perseden Denpasar melalui gol Sayfullah Keder pada menit ke-77 di Stadion Gelora 10 November, Surabaya, Minggu (25/1/2026). Meski meraih kemenangan, tambahan tiga poin tersebut hanya mampu mengangkat posisi tim ke peringkat ketiga, sehingga harapan untuk promosi ke Liga 2 resmi sirna.
Menanggapi kegagalan bersaing di papan atas, Pelatih Gresik United Andik Ardiansyah mengisyaratkan akan adanya perombakan besar-besaran dalam komposisi tim. Ia menilai skuad saat ini yang didominasi pemain muda masih belum cukup kuat untuk bersaing di level yang lebih tinggi.
Baca juga: Hattrick Kekalahan, Gresik United Tersungkur di Kandang Persekabpas
“Dari gambaran saya, beberapa pemain secara individu mampu untuk tetap bertahan. Tapi memang beberapa ada yang belum siap main di Liga 3 karena pemain banyak anak muda. Kalau persentase, saya rasa sekitar 40% sampai maksimal 50% yang akan kita rekomendasikan ke manajemen,” kata Andik.
Ia menegaskan bahwa pada musim depan tim tidak bisa lagi hanya mengandalkan komposisi pemain yang ada jika ingin meraih hasil lebih baik. “Karena kita sudah punya kerangka, tinggal menambal beberapa posisi yang butuh pemain berpengalaman untuk membantu pemain muda,” ucapnya.
Sementara itu, pemain belakang Gresik United, Gardhika Arya, mengakui bahwa fokus utama tim di akhir musim ini adalah menghindari zona degradasi.
Baca juga: Launching Skuad dan Jersey, Gresik United Kibarkan Semangat ‘Benteng Lodewijk’ Menuju Liga 2
“Kami tahu posisi kami sebelumnya sulit, kami tidak mau play-off degradasi. Tadi ada rasa tegang dan gugup, tapi ini jadi motivasi untuk memberikan yang terbaik bagi warga Gresik,” ungkap Gardhika.
Dengan hanya bertahan di Liga Nusantara, manajemen Gresik United kini memikul beban berat untuk meracik ulang tim agar pada musim depan tidak sekadar bertahan atau kembali terjebak dalam persaingan degradasi.
