INFOGRESIK – Dinas Pendidikan (Dindik) Provinsi Jawa Timur menginisiasi gerakan bersih-bersih serentak di seluruh lingkungan satuan pendidikan, Jumat (6/2/2026).
Kegiatan yang melibatkan siswa, guru, hingga tenaga kependidikan ini mewajibkan seluruh SMA, SMK, dan SLB, baik negeri maupun swasta, untuk meluangkan waktu selama satu jam guna menciptakan lingkungan sekolah yang asri dan sehat.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menyatakan bahwa gerakan ini merupakan upaya kolektif untuk membangun budaya peduli lingkungan di sekolah.
“Hari ini semua sekolah bergerak bersama. Laporannya sudah masuk dan seluruh SMA, SMK, serta SLB negeri dan swasta melaksanakan kegiatan yang sama,” ujar Aries.
Menindaklanjuti arahan tersebut, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Gresik, Eko Agus Suwandi, memastikan seluruh satuan pendidikan di wilayahnya telah mengimplementasikan instruksi tersebut dengan penuh antusias.
“Kami menyambut baik dan langsung menginstruksikan seluruh kepala sekolah di wilayah Gresik untuk memimpin gerakan ini. Respons sekolah sangat luar biasa. Mereka tidak hanya membersihkan fisik sekolah, tetapi juga menjadikannya momentum edukasi bagi siswa bahwa lingkungan yang sehat adalah kunci kenyamanan belajar,” tutur Eko.
Eko menambahkan, gerakan ini sekaligus memperkuat identitas sekolah-sekolah di Gresik yang selama ini telah berkomitmen menjaga kebersihan lingkungan. “Ini adalah dorongan semangat dari provinsi agar kekompakan ini terjaga secara berkelanjutan di seluruh wilayah kami,” imbuhnya.
Respons Positif Satuan Pendidikan
Sejumlah sekolah di bawah naungan Cabdin Gresik menyambut baik instruksi ini dengan berbagai inovasi. Kepala SMAN 1 Balongpanggang, Edi Agus Santoso, menegaskan pentingnya nilai spiritual dalam menjaga kebersihan lingkungan sekolah.
“Kita berpegang teguh pada kebersihan sebagian dari iman. Karena itu, kita ingin mewujudkan sekolah yang asri, sehat, dan bersih,” ucap Edi.
Sementara itu, SMAN 1 Manyar menunjukkan komitmennya melalui langkah konkret berupa kerja sama (MoU) dengan bank sampah kabupaten/kota. Kerja sama ini melibatkan siswa dalam kegiatan riset dan pengelolaan sampah melalui ekstrakurikuler Karya Ilmiah Remaja (KIR).
Selain itu, sekolah tersebut juga menerapkan rutinitas harian bertajuk “Bersih Kelasku, Jernih Pikiranku” selama 10 menit sebelum jam pulang sekolah.
