INFOGRESIK — Terik matahari musim kemarau sering kali menjadi tantangan bagi sektor pertanian. Namun, di Desa Dalegan, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, cuaca panas dan kering justru membuka peluang usaha bagi para petani.
Di desa ini, para petani tidak hanya disibukkan dengan aktivitas panen, tetapi juga menyambut kedatangan wisatawan. Melalui langkah kreatif, kebun pertanian disulap menjadi destinasi wisata petik semangka dan melon langsung dari ladang.
Berada di kawasan Mulyorejo Timur, tepatnya di jalur menuju objek wisata Pantai Dalegan, kebun musiman ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.
Namun, wisatawan yang ingin merasakan sensasi memetik buah sendiri harus berpacu dengan waktu. Pasalnya, kebun ini hanya dibuka selama masa panen.
Baca juga: Sensasi Baru di Endel Park Sidayu, Pengunjung Bisa Petik Melon Rp15 Ribu per Kilogram
“Petik buah ini kami buka hanya dua minggu hingga sebulan saja, sampai semangkanya habis,” ujar Fatkhul Arif, salah seorang petani semangka setempat.
Di atas lahan sewaan seluas sekitar 700 meter persegi, Fatkhul membudidayakan kurang lebih 3.000 tanaman semangka. Proses perawatannya membutuhkan waktu sekitar dua bulan hingga buah-buah tersebut siap dipanen.
Menariknya, Fatkhul memilih memasarkan hasil panennya secara mandiri tanpa bergantung pada tengkulak.
“Kalau laku semua bisa dapat sekitar Rp30 juta. Nggak saya jual ke tengkulak, saya jual sendiri,” ungkapnya.
Strategi tersebut sekaligus menghadirkan pengalaman berbeda bagi pengunjung. Mereka dapat memilih dan memetik buah langsung dari tanaman, kemudian membelinya di lokasi. Salah satu pengunjung yang merasakan pengalaman tersebut adalah Ricke Mayumi, warga Gresik Kota.
“Ini beli langsung usai petik langsung dari ladang,” tutur Ricke saat berkunjung pada Sabtu (24/10/2026).
Ricke, yang juga merupakan anggota Komisi II DPRD Gresik, mengapresiasi kreativitas petani lokal dalam memanfaatkan pergantian musim untuk mengembangkan usaha pertanian.

“Ini kreatif, jadi bisa petik langsung. Para petani ini saat kemarau bisa menanam semangka, sedangkan musim hujan menjadi komoditas padi,” jelasnya.
Selain semangka yang dijual seharga Rp6.000 per kilogram, pengunjung juga dapat membeli timun mas dengan harga Rp7.000 per kilogram serta melon seharga Rp15.000 per kilogram.
Melalui inovasi pemasaran dan upaya memotong rantai distribusi, petani di Desa Dalegan menunjukkan bahwa musim kemarau tidak selalu menjadi tantangan bagi sektor pertanian. Dengan menghadirkan wisata petik buah, mereka membuka peluang tambahan pendapatan sekaligus memberikan pengalaman baru bagi wisatawan yang berkunjung ke kawasan Pantai Dalegan.
