INFOGRESIK — Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Gresik resmi meluncurkan logo Konferensi Cabang (Konfercab) PCNU Gresik ke-21 di Gedung Nasional Indonesia (GNI), Gresik, Jumat (23/10/2026). Peluncuran ini menjadi penanda dimulainya rangkaian agenda musyawarah tertinggi di tingkat cabang tersebut.
Acara peluncuran dihadiri jajaran pengurus PCNU Gresik, badan otonom (Banom), lembaga pendidikan, serta unsur internal organisasi lainnya.
Kegiatan diawali dengan pengumuman pemenang sayembara desain logo, yakni Muhammad Rizqi Hildani, pemuda asal Kecamatan Sidayu, Gresik.
Desain logo terpilih menggabungkan konsep garis sulur dan keris Sumilang Gandring yang membentuk daun. Perpaduan warna kuning dan hijau dalam logo tersebut juga sarat makna budaya dan sejarah Gresik sebagai Kota Santri, termasuk kaitannya dengan Sunan Giri.
Baca juga: Fasilitasi Pelatihan Perawatan AC, Disnaker dan PCNU Gresik Berkolaborasi Atasi Pengangguran
Ketua Panitia Konfercab PCNU Gresik ke-21, H. Sururi, menyampaikan bahwa peluncuran ini bertujuan menyebarluaskan informasi mengenai pelaksanaan Konfercab kepada seluruh tingkatan kepengurusan.
“Kita menginformasikan tempatnya, tanggalnya, dan kegiatan-kegiatan. Maka ini kami mengundang seluruh pengurus PCNU, Banom, lembaga, dan MWCNU sampai ranting. Nah, ini adalah bagian publikasi pertama dengan ada sembilan kegiatan tadi yang sudah kami sampaikan,” ucapnya.
Ia menambahkan, pelaksanaan Konfercab direncanakan pada 13 Desember dan telah diajukan kepada Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Rencana tersebut berkaitan dengan masa berlaku Surat Keputusan (SK) kepengurusan PCNU Gresik yang akan berakhir pada bulan yang sama.
“Jadi sebelum selesai, kita sudah mengajukan bahwasanya Gresik siap untuk konferensi PCNU,” ujarnya.
Baca juga: Sasar Generasi Muda, Lembaga Takmir Masjid PCNU Gresik Ajarkan Pelatihan Perawatan Jenazah
H. Sururi menegaskan bahwa pelaksanaan Konfercab tetap berpegang pada prinsip dasar NU, yakni al-muhafadzah ’ala qadimis salih wal akhdu bil jadidil aslah, yang berarti memelihara tradisi lama yang baik dan mengambil hal baru yang lebih baik.
“Hal-hal yang baru ini termasuk hasil muktamar di Jombang itu, bagaimana nanti bagian yang harus diimplementasikan di materi konferensi PCNU,” jelasnya.
“Dari logo yang terpilih sebagai juara, melihat sejarah dan sarat makna Gresik sebagai Kota Santri dan ada kaitannya dengan Sunan Giri,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua PCNU Gresik, KH Mulyadi, menegaskan pentingnya tradisi musyawarah dan kaderisasi dalam tubuh Nahdlatul Ulama menjelang Konfercab ke-21.
Baca juga: Potong Tumpeng hingga Bantu Lemari Loker ke PCNU, Cara Gerindra Gresik Rayakan HUT ke-17
“Hari ini kita menandai, keputusan tertinggi di NU adalah musyawarah. Bahkan penyusunan pengurus pun harus melalui kepengurusan itu melalui formateur yang artinya musyawarah. Muktamar dan konferensi adalah musyawarah,” ucapnya.
KH Mulyadi juga mengingatkan seluruh jajaran pengurus dan warga NU agar senantiasa menjaga keberkahan dalam berkhidmat di organisasi.
“Kita bersyukur menjadi warga NU, pengurus NU. Bukan karena jabatannya, tapi keberkahannya,” tutup KH Mulyadi.
