INFOGRESIK — Menteri Pertanian (Mentan) RI Andi Amran Sulaiman menegaskan dukungan penuh pemerintah pusat terhadap rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik membangun kolam retensi di wilayah selatan Gresik. Infrastruktur tersebut dinilai menjadi solusi permanen untuk mengatasi persoalan kekeringan yang saban tahun mengancam ratusan hektare lahan pertanian.
Dukungan tersebut disampaikan Mentan Amran saat meninjau langsung lahan pertanian terdampak kekeringan di Desa Munggugianti, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik, Selasa (11/8/2026). Potensi lahan terdampak kekeringan di Jawa Timur mencapai 229,59 hektare, dengan luas terdampak di Kabupaten Gresik tercatat sekitar 19,2 hektare.
Terkait kebutuhan pembangunan kolam retensi dan potensi kendala pembebasan lahan, Mentan Amran menyatakan siap berkoordinasi dengan berbagai kementerian, termasuk Kementerian ATR/BPN, agar proyek vital bagi petani tersebut dapat segera terealisasi tanpa terhambat birokrasi. Ia meminta kebutuhan teknis proyek segera disampaikan secara tertulis.
“Kalau kepentingan rakyat, Presiden perintahkan layani. Tidak usah basa-basi,” tegas Mentan Amran.
Baca juga: Kian Modern, Petani Gresik Terima Puluhan Bantuan Alsintan dan Irigasi Perpompaan
Selain mengawal pembangunan kolam retensi, Mentan Amran juga menyiapkan langkah cepat untuk menyelamatkan tanaman padi yang saat ini terdampak kekurangan air. Menurutnya, penanganan kekeringan dibagi dalam dua skema.
“Kita bagi dua solusinya. Yang pertama, yang ada sumber air dekat dari sawah yang kekeringan, kita berikan pompa langsung. Tidak ada basa-basi, tidak birokrasi panjang. Yang kedua, yang tidak ada sumber air, kita siapkan sumur dangkal,” ujarnya.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyerahan bantuan sarana pengairan berupa 54 unit irigasi perpompaan, sembilan unit irigasi perpipaan, rehabilitasi 12 unit jaringan irigasi tersier, serta dua unit traktor roda dua bagi kelompok buruh tani.
Ia menegaskan, meski stok beras Jawa Timur saat ini relatif aman di angka 1,3 juta ton, upaya mitigasi kekeringan tidak boleh kendur.
“Kita tenang, tetapi kita tidak boleh lengah. Kita harus tetap berusaha keras untuk memitigasi risiko kekeringan yang terjadi tahun ini,” katanya.
Baca juga: Mentan Amran Sebut Stok Beras Nasional Tertinggi Sepanjang Sejarah Saat Tinjau Gudang Bulog Gresik
Mentan Amran juga memangkas birokrasi penyaluran bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) bagi petani.
“Tanda tangannya tidak usah ribet. Cukup PPL kami terima. PPL tanda tangan, kami terima di Jakarta, kami kirim alatnya kepada yang membutuhkan,” pungkasnya.
Sikap tegas dan dukungan penuh Mentan Amran terhadap pembangunan kolam retensi serta bantuan irigasi tersebut mendapat apresiasi dari Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Menteri Pertanian atas perhatian dan dukungan yang diberikan kepada para petani di Kabupaten Gresik. Bantuan ini tentu sangat berarti, terutama untuk menjaga ketersediaan air dan produktivitas lahan pertanian di tengah musim kemarau,” ujar Wabup Alif.
Ia menegaskan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci utama dalam menjaga ketahanan pangan.
Baca juga: Harga Gabah Jadi Rp6.500, Mentan Amran Apresiasi Produksi Padi di Gresik 8-9 Ton per Hektare
“Gresik siap bersinergi dan mendukung penuh program pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan. Kami akan terus memperkuat infrastruktur pertanian, memastikan bantuan tepat sasaran, serta mendorong petani agar semakin produktif dan sejahtera,” katanya.
Wabup Alif menutup dengan menegaskan komitmen Pemkab Gresik untuk mengawal setiap bantuan dari pemerintah pusat.
“Target swasembada pangan bukan hanya tanggung jawab pemerintah pusat. Daerah juga memiliki peran penting. Karena itu, kami siap bergerak bersama, memastikan setiap dukungan yang diberikan pemerintah dapat benar-benar dirasakan dan berdampak bagi petani Gresik,” tutupnya.
