INFOGRESIK – Komunitas Stand Up Indo Gresik terus konsisten memperkuat ekosistem kreatif di Kota Pudak. Komunitas yang telah berdiri sejak tahun 2016 ini menjadi wadah utama bagi para komika lokal untuk mengasah bakat dan kepercayaan diri di atas panggung.
Ketua Komunitas Stand Up Indo Gresik, Jati Jatmiko, menjelaskan bahwa alasan utama pembentukan komunitas ini adalah untuk memberikan ruang khusus bagi pegiat komedi tunggal di wilayah Gresik dan sekitarnya.
Menurutnya, stand up comedy bukan sekadar hiburan, melainkan juga sarana edukasi yang multifungsi.
“Tujuannya menjadi wadah bagi komika daerah. Selain itu, menjadi tempat mencurahkan kreativitas, mempertajam kemampuan public speaking, serta banyak ilmu lain yang sangat menunjang kegiatan kreatif lainnya,” ujar Jati, Sabtu (31/1/2026).
Sebagai agenda rutin, komunitas ini menggelar sesi open mic setiap Jumat malam dengan lokasi yang berpindah-pindah (roadshow). Terbaru, acara berlangsung meriah di Cafe Kammari, Jalan Samanhudi, Gresik, pada Jumat malam (30/1/2026).
Baca juga: Penuh Kesederhanaan, Komunitas Wartawan Gresik Rayakan HPN dengan Khotmil Qur’an dan Potong Tumpeng
Jati berharap kehadiran Stand Up Indo Gresik dapat menjadi alternatif hiburan yang positif bagi masyarakat, sekaligus memicu kreativitas pemuda setempat. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dari berbagai pihak agar ekosistem ini terus tumbuh.
“Kami berharap mendapatkan dukungan dari semua lapisan, mulai dari penonton setia, pelaku UMKM, pemilik kafe yang menjadi tempat open mic, hingga dukungan dari Pemerintah Kabupaten Gresik,” ucapnya.
Kegiatan positif ini mendapat apresiasi dari Anggota DPRD Kabupaten Gresik, Ricke Mayumi. Ia menilai inisiatif komunitas ini memberikan dampak ganda, yakni pengembangan diri pemuda serta menggeliatkan ekonomi pelaku usaha lokal.
“Saya sangat mengapresiasi konsistensi teman-teman Stand Up Indo Gresik. Kegiatan ini bukan hanya soal hiburan, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi bagi UMKM dan kafe-kafe lokal yang menjadi lokasi acara,” ungkap Ricke usai menyaksikan langsung penampilan para komika.
Ia menambahkan bahwa kolaborasi antara komunitas kreatif dan pemilik usaha perlu terus didukung agar sektor ekonomi kreatif di Gresik semakin inklusif dan produktif. “Semakin banyak kegiatan tentu berdampak pada peningkatan ekonomi. Itu yang terus kami dorong,” tutupnya.
