INFOGRESIK – Gelaran kuliner tradisional “Pasar Panganan Giri Biyen” yang berlangsung di Kampung Kajen, Desa Giri, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, diserbu ribuan pengunjung pada Minggu (8/2/2026) pagi.
Sekitar 30 pedagang yang menjajakan makanan khas peninggalan era Kerajaan Giri Kedaton melaporkan dagangannya ludes dalam waktu singkat.
Ratusan ragam kuliner khas dihadirkan dalam acara ini, mulai dari penganan tradisional seperti Awuk-awuk Sagu, Gembos, Iwel-iwel, hingga Kupat Keteg. Untuk menu berat, pengunjung dapat menikmati Sego Dodo Pyok, Lontong Roomo, dan Gule Obos. Selain itu, minuman tradisional seperti Es Luwo, Es Serbat, dan Wedang Pokak juga menjadi incaran pengunjung.
Ketua Komunitas Giri Simbo sekaligus penyelenggara acara, Muhammad Ma’arif, menyatakan bahwa jumlah pengunjung setiap kegiatan mencapai ribuan orang, melampaui ekspektasi panitia.
“Ini tidak sampai dua jam sudah habis. Padahal jajanannya ditambahi banyak, karena memang antusias pengunjung membludak, kurang lebih 5.000 orang yang hadir,” kata Muhammad Ma’arif di lokasi acara.
Arif menjelaskan, tujuan utama penyelenggaraan pasar ini adalah untuk melestarikan warisan budaya kuliner Giri yang nyaris punah. Salah satu contohnya adalah Kupat Keteg, kuliner berbahan tepung beras yang diproses menggunakan sumber air dari perbukitan Giri.
Baca juga: Gandeng Batik Korasi Giri, Hotel Aston Gresik Ajak Tamu Membatik
“Biar generasi sekarang ini tahu tentang kuliner-kuliner tradisional yang hampir musnah ini,” jelasnya.
Menurut Arif, acara yang telah berlangsung sebanyak tiga kali ini terbukti memikat masyarakat luas, termasuk pengunjung dari luar daerah seperti Sidoarjo dan Jakarta. Melihat tingginya minat tersebut, pihak penyelenggara berencana menjadikan pasar ini sebagai agenda rutin bulanan.
“Ini akan kita adakan setiap Ahad Kliwon, setiap satu bulan sekali,” ucapnya.
Kemeriahan acara ini juga menarik perhatian Anggota DPRD Kabupaten Gresik, Ricke Mayumi, yang hadir langsung di lokasi. Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap UMKM dan pelestarian budaya, politisi muda Partai Gerindra ini tampak memborong berbagai jenis jajanan jadul.
“Saya sangat mengapresiasi inisiatif warga Giri. Ini bukan sekadar pasar, tapi upaya menjaga akar budaya kita. Kuliner seperti Kupat Keteg ini adalah aset wisata sejarah Gresik yang luar biasa. Saya borong jajanan ini supaya pedagang makin semangat dan pengunjung juga senang bisa mencicipi warisan leluhur kita,” ujar Ricke.
Ia menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki dampak ekonomi yang luar biasa bagi masyarakat setempat. Karena itu, kegiatan tersebut dapat menjadi contoh atau role model bagi kampung-kampung lain di Gresik untuk mengangkat potensi lokal masing-masing.
“Kegiatan seperti ini sangat positif karena terbukti mampu meningkatkan perekonomian warga secara langsung. Perputaran uangnya cepat dan menyentuh pedagang kecil,” terangnya.
