INFOGRESIK – PT Dharma Graha Utama (DGU) Group, perusahaan yang menaungi Gressmall dan Hotel Aston Gresik, menggelar Rapat Kerja (Raker) ke-6 bertema “Pertumbuhan Unit Usaha Melalui Pelayanan Prima yang Kreatif, Inovatif, dan Kompetitif”. Kegiatan ini berlangsung di Aston Gresik Hotel, Sabtu (7/2/2026).
Rapat kerja tersebut difokuskan pada evaluasi kinerja tahun 2025 sekaligus penyusunan strategi inovasi untuk menghadapi tantangan ekonomi di tahun 2026.
Direktur Utama PT DGU, Erwin H. Poedjono, mengungkapkan bahwa secara umum terjadi penurunan pendapatan sebesar 5–7 persen pada tahun 2025 dibandingkan tahun 2024. Kondisi ini dipicu oleh kebijakan efisiensi anggaran pemerintah yang berdampak langsung pada sektor MICE (Meeting, Incentive, Conference, Exhibition).
“Banyak hal yang tidak kita bayangkan. Pemangkasan anggaran dan pembatasan kegiatan wisuda, serta situasi perekonomian kita,” ujar Erwin.
Meski demikian, tingkat hunian (occupancy) Hotel Aston Gresik tetap menunjukkan performa positif dengan capaian di atas 80 persen. Sementara itu, tingkat keterisian tenant di Gressmall juga berada pada angka yang signifikan.
Baca juga: Smash Persahabatan di Tengah Mall, Cerita Seru ‘Badminton With Bestie Vol. 2’ di Gressmall
Erwin menegaskan, potensi industri di Kabupaten Gresik yang dinilai lebih besar dibandingkan daerah sekitar seperti Sidoarjo dan Lamongan menjadi modal optimisme perusahaan. PT DGU pun menargetkan pertumbuhan sebesar 10 persen pada tahun 2026 melalui sejumlah langkah strategis.
“Kita harus menemukan cara-cara inovasi, khususnya dari sisi pelayanan sumber daya manusia, mulai satpam, pegawai, hingga petugas kebersihan. Tantangan kita adalah terus meng-update diri,” tambahnya.
Beberapa strategi baru yang akan dijalankan antara lain menyasar pasar wisata religi melalui kerja sama dengan agen tour and travel, serta rencana perluasan area mal untuk mengakomodasi tingginya minat pelaku usaha yang ingin membuka tenant baru.
Dalam kesempatan yang sama, General Manager Gressmall, Erich Pramono, memaparkan salah satu inovasi fasilitas terbaru untuk menarik pengunjung, yakni pembangunan fasilitas olahraga di area mal.
“Kami sedang membuat lapangan basket tertutup di area P6 dan ditargetkan bisa selesai pada akhir Maret mendatang,” jelas Erich.
Memasuki awal tahun 2026, PT Dharma Graha Utama juga melakukan penajaman konsep pengelolaan Gressmall dengan fokus pada experience-based destination. Beragam program tematik, event musiman, serta aktivasi komunitas dirancang untuk menjaga relevansi pusat perbelanjaan dengan perkembangan zaman.
Pendekatan ini dinilai efektif dalam menjaga trafik pengunjung sekaligus membangun keterikatan emosional. Dalam pertemuan ini pula, para peserta secara komprehensif membahas evaluasi kinerja sepanjang tahun sebelumnya sebagai pijakan strategis dalam merumuskan langkah perbaikan dan penguatan program di tahun 2026.
Baca juga: Padukan Tradisi Global dan Kearifan Lokal, Aston Gresik Buat Pohon Natal dari 1.250 Pudak
Senada, General Manager Aston Gresik, S. Paminta Nugraha, menilai kolaborasi antara hotel dan pusat perbelanjaan mampu memberikan nilai tambah bagi industri perhotelan.
“Kolaborasi antara hotel dan pusat perbelanjaan membuka peluang untuk menciptakan pengalaman menginap yang lebih lengkap bagi tamu. Melalui inovasi layanan dan peningkatan kualitas pelayanan prima, Aston Gresik dan Gressmall optimistis dapat tumbuh bersama serta berkontribusi positif bagi perkembangan industri perhotelan dan ritel di Gresik,” ungkapnya.
Rapat kerja ini dihadiri jajaran direksi dan manajemen, termasuk Owner dan Penasihat Utama PT DGU Ir. H. Bambang Harjo Soekartono, M.I.Pol., serta Owner dan Komisaris Utama PT DGU drg. Bambang Soengging Soerjasmoro.
Hadir pula Direktur Pemasaran PT DGU Ika Putri W., Marcom Manager Group Eko Sugeng Wahyudi, serta jajaran manajemen lainnya.
