Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Sunday, 23 August 2026
    WhatsApp Facebook X (Twitter) Instagram TikTok Threads
    info GRESIKinfo GRESIK
    Follow @infogresik
    • Home
    • Info Warga
    • Ekonomi & Bisnis
    • Pemerintahan & Politik
    • Pendidikan & Kesehatan
    • Wisata & Kuliner
    • Peristiwa & Hukum
    • Lainnya
      • Tradisi & Budaya
      • Sosok
      • Olahraga
    info GRESIKinfo GRESIK
    You are at:Home»Pemerintahan & Politik»Solar SPBN Campurejo Akhirnya Mancur, Usai Ditunggu Sejak Agustus
    Pemerintahan & Politik

    Solar SPBN Campurejo Akhirnya Mancur, Usai Ditunggu Sejak Agustus

    Khanif RosidinBy Khanif Rosidin14/10/2022No Comments2 Mins Read
    Dirut PT Gresik Migas Habibullah saat mengisi solar ke drum nelayan sebagai tanda kembali beroperasionalnya di SPBN Campurejo. (Foto: Khanif Rosidin)
    Dirut PT Gresik Migas Habibullah saat mengisi solar ke drum nelayan sebagai tanda kembali beroperasionalnya di SPBN Campurejo. (Foto: Khanif Rosidin)

    INFOGRESIK – Penantian panjang nelayan di Desa Campurejo, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik untuk mendapatkan solar dengan mudah dan harga murah akhirnya terwujud.

    Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) Campurejo kembali beroperasional, Kamis (13/10/2022) sore. PT Gresik Migas selaku operator sebenarnya sejak 13 Agustus 2022 lalu sudah melakukan peresmian. Bahkan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani sendiri yang meresmikan secara langsung. Namun, bahan bakar solar bersubsidi yang dijual hanya ada sehari. Setelah itu nelayan tak beroperasi lantaran kehabisan stok.

    Kembali dioperasikan SPBU yang khusus menjual bahan bakar solar nelayan dengan harga Rp. 6.800 ribu itu membuat warga bergembira. Bahkan, saking gembiranya atas ‘mancur’ atau keluarnya solar ada nelayan yang meneteskan air mata.

    Ketua Rukun Nelayan Campurejo, Muzi mengaku senang SPBN akhirnya beroperasi. Apalagi ada seribu liter solar gratis untuk nelayan. Meski begitu, kuota yang tersedia belum bisa mencukupi kebutuhan nelayan setempat.

    “Dalam sehari kebutuhan nelayan mencapai 10 ribu liter. Sedangkan kuota di SPBN ini hanya dua ribu liter,” katanya.

    Pihaknya berharap, Gresik Migas bisa menambah kuota lebih besar. Sehingga, nelayan tidak perlu lagi membeli di SPBU Umum.

    “Nelayan disini sangat bersyukur, SPBN sudah beroperasi. Ini sangat membantu kami mendapatkan solar,” ungkapnya.

    Dirut PT Gresik Migas Habibullah menyatakan operasional SPBN Campurejo sejatinya dilakukan beberapa waktu lalu. Namun, ada sedikit kendala sehingga baru beroperasi hari ini.

    “Sebagai bentuk rasa syukur atas operasinya SPBN, kami memberikan seribu liter solar secara gratis kepada nelayan disini. Semoga bermanfaat,” kata Habib, usai memecahkan kendi sebagai bentuk peresmian.

    Habib menjelaskan, untuk tahun ini pihaknya hanya mendapatkan kuota 700 KL. Jika dihitung dalam satu tahun, maka setiap hari mendapatkan ada kuota 2 KL.

    Dia menambahkan, Saat ini pihaknya terus berupaya menarik kuota solar subsidi di SPBU Umum yang dikhususkan untuk nelayan. Sehingga tidak diambil dan tidak disalahgunakan untuk kendaraan lain.

    Saat ini di SPBN sudah ada kuota delapan ribu solar. Kemudian digratiskan kepada nelayan seribu liter. Sisanya untuk memenuhi tiga hari kedepan.

    “Sudah kita DO kan, untuk tiap pengiriman 16 KL. Sehingga per satu minggu bisa terpenuhi, tidak ada putusnya,” imbuhnya.

    Sementara, Kepala Dinas Perikanan Gresik, Moh. Nahdlilah menyebut, sebenarnya pelaku usaha perikanan dan nelayan Gresik mendapat kuota solar sebanyak 13 juta liter lebih dalam setahun.

    Namun, kuota tersebut tidak jelas peruntukannya. Karena, masih dititipkan di SPBU Umum. Sistem pengawasannya pun sangat sulit. Karena, tidak hanya nelayan yang membeli.

    “Kalau ada 5 SPBN berdiri di Gresik dengan kuota 13 juta liter. Kami pastikan kebutuhan solar nelayan bakal tercukupi,” ungkapnya.

    berita gresik gresik info gresik nelayan campurejo solar subsidi spbn campurejo
    Previous ArticleWarga Wotan Panceng Geruduk PT Avia Avian, Tak Menyerap Tenaga Kerja Lokal Hingga Dugaan Adanya Pungutan Uang Jadi Alasan
    Next Article Pengemis Berkostum di GKB Gresik Resahkan Warga dan Pengguna Jalan
    Khanif Rosidin

    Related Posts

    Nekat Ambil Alat Pancing yang Hanyut, Pemancing di Menganti Gresik Tewas Tenggelam

    21/08/2026

    Lewat ICISSS 2026, UMG Mendorong Inovasi Sains dan Sosial Berdampak Nyata bagi Masyarakat

    21/08/2026

    Bangunan Sekolah Diperbaiki, 387 Siswa SDN 225 Gresik Pindah Belajar ke Gedung Serbaguna Milik Pemdes Kepatihan

    21/08/2026

    Bupati Gresik Salurkan BLT Rp900 Ribu untuk 263 KPM dan Bantuan Pangan bagi 9.932 Warga di Dukun

    20/08/2026

    Terbebas dari Tuntutan Rp 18 Miliar, Gugatan PT BPK terhadap Pengelola SPPG Gresik Ditolak PN Gresik

    18/08/2026

    Lewat Pagelaran Wayang Kulit HUT ke-54, Petrokimia Gresik Dorong Regenerasi Dalang Muda dan Cilik

    18/08/2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Info Gresik
    • Info Warga
    • Ekonomi & Bisnis
    • Pemerintahan & Politik
    • Peristiwa & Hukum
    • Pendidikan & Kesehatan
    • Olahraga
    • Seni & Budaya
    • Sosok
    • Wisata & Kuliner
    Tentang Info Gresik

    Media informasi terupdate, terpercaya, dan teraktual seputar kota Gresik dan sekitarnya.

    © 2026 infogresik.id. Designed by Tim Infogresik.id.
    • Pedoman Media Siber & Kode Perilaku
    • Privacy Policy
    • Follow @infogresik

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.